perlu perkenalan ga' sich ni.??
baik lah gue akan memperkenalkan diri
(tanya- tanya sendir, d jawab-jawab sendiri)>_<
NAMA: harish faiz rosdysnsyah
panggilan: faiz
T.T.L: 22 APRIL 1993
asal: surabaya
duduk di bangku klas : 2 smk ( nama skolah di sesor demi kelancaran naskah.! )*apa hubungannya.?*
anak ke dua dari dua bersaudara.
ok lah, dari mana ya di mulai nie cerita ..??
baiklah kita mulai dari awalan yang g' jelas..!!
eng...
eh...
owh...
(kapan mulainya.?)
*rada gugup*
ok.. biarkan gue bercerita,
di bangku sma klas 2 ini wajar jika seorang pelajar memikirkan masa depan, cita-cita,gimana caranya menjadi dewasa.
dan seperti yang gue bilang tadi "MENJADI DEWASA" adalah salah sesuatu yang sedang gue alami saat ini, ap sich dewasa itu.?
DEWASA..??
DEWASA..??
DEWASA..??
apa'an ya dewasa itu..??
dan terkadang banyak anak kecil bertanya apa yang dilakukan, difikirkan, dan dibicarakan orang dewasa.??
kita akan ungkap semua di sini.!
dewasa adalah singkatan dari "DEngan WAktu SAja"(sotoy.!)
cukup dengan waktu dan trus menunggu dengan sendirinya kita bakal menjadi dewasa.!
(betul ga' sih.?)
inget ga' sewaktu kita kecil kita masih sering brantem ma temen, suka nangis-nangis ga' jelas, di beri hukuman untuk ke disiplinan.
dan skarang masa itu udah berlalu...
"SELAMAT DATANG ERA KE-DEWASAAN..!!"
di era ke dewasaan ini kita bakal ngelakuin hal yang lebih penting dan lebih berarti dari pada sewaktu kita kecil dulu..!!
bedanya:
(selingan.!)
1. "berantem ma temen" disini paling-paling kita cuma pukul-pukulan ampek babak belur doank,
nah kalo udah besar dan dewasa bukan sekedar pukul-pukulan ampek babak belur, tapi juga sampai musuh mati dan tak berdaya.(loh.?)
2. "suka nangis-nangis ga' jelas". nangis ga' jelas dikarenakan perasaan takut yang mendalam dan di rasakan oleh seorang anak kecil,(sotoy.!)
yang......
menurut orang dewasa ga' masuk akal dan seharusnya ga' perlu di tangisi.saya sendiri juga pernah mengalami saat seperti itu yang
nangis gara-gara ketemu badutdi taman hiburan lah,
naik odong-odong ampek kaki gemeteran lah,
nagis saat boker di kamar mandi dan lampu tiba-tiba mati dan terjebak di kamar mandi ampek nyokap pulang kerja.
tapi semua itu udah terlewatkan dan berganti ke era dewasa yang di sini kita hanya menangisi hal-hal yang penting
(ba***at.! sory- sory barusan ada temen gue yang ga' sengaja injek kaki gue, ok-ok kita trusin.)
cinta, kematian, perpisahan, kekhilafan, kegagalan yang bertubi-tubi bagaikan ubi(loh.?).
kaya'nya cuma ini yang bisa bikin orang dewasa nangis.!
(sama aja dunk, sama- sama nangisan)
3. "hukuman buat kedisiplinan" nah yang ini nie sesuatu yang bakal dilalui semua anak kecil ingusan. (ups.. tunggu dulu) atau lebih tepatnya ga' bisa
dihindari oleh bocah manapun..!!
seperti umumnya orang tua yang normal mreka ingin anaknya di siplin, pandai, trampil, ngutil, ngupil, upil. (loh.?)
dengan caranya sendiri mreka mendidik anak-anaknya. mulai mengurung anaknya sendiri di kamar mandi gara-gara pulang tidak tepat pada waktunya,
menghantamkan penjalin berkecepatan 80km/jam ketika anak itu sudah berani belajar ngomong kotor,
menusukkan ujung pensil ke tangan anaknya sendiri yang ga' bisa menjawab soal mudah seperti (5-2+3=.?).
{di ilhami dari pengalaman sang penulis}
tapi ada juga orang tua gila yang abnormal(apa bedanya.?)
menghukum anaknya dengan cara melindaskan kaki anaknya sendiri di lintasan rel kreta api ketika anaknya sedang belajar berjalan dan
menjahit mulut anaknya sendiri ketika anaknya mulai bisa berbohong.(emang ada ya orang tua macam itu.??)
tapi itu semua adalah kenangan pait dan buruk yang ga' mungkin gue lupakan..!! (menderita bgt hidup gue.!)
(ga' sadar nulis selingan sebanyak itu.!?)*kaget*
kembali lagi ke pertanyaan si anak kecil. apa yang dilakukan, difikirkan, dan dibicarakan orang dewasa.??
apa ya...??
gue sendiri juga masih bingung soal apa yang dilakukan, difikirkan, dan dibicarakan orang dewasa.?? (dieng.!)
tapi kata bokap gue yang namanya orang dewasa tu bisa ngambil "keputusan tanpa ada penyesalan".
*dengan wajah sombong dan tersenyum puas*
Twitter
Facebook
Digg
Delicious
Stumble

2 komentar:
des
Posting Komentar